Malam berlari bersama dukamu
Dan tak ingkar janji menyongsong pagi
Entah apa bentuk dukamu
Hingga kau mohon pengampunan atasnya
Entah seberapa dalam pedihmu
Hingga kau merintih dalam keramaian yang semu
Aku hanya terdiam
Ingin kurasakan dukamu
Tapi, mungkin hatiku telah beku untuk merasakannya
Begitupun jiwaku
Semuanya membeku untukmu
Entah apa yang salah?
Mungkin hatiku yang telah terjebak dalam lorong gelap
Yang di dalamnya aku mengejarmu
Tapi, jangankan rupamu, bayangmu pun tak kulihat
Kurasa semuanya terlalu gelap
Hingga berjalan pun aku tak mampu di lorong ini
Dan malam ini membekas bersama dukamu.
Indralaya, 17 Oktober 2010

Tidak ada komentar:
Posting Komentar