"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (Q.S. Al-Baqarah: 186)
Ketika lidah tak lagi lagi mampu mengeluarkan kata-kata, ketika tangan tak lagi mampu menggenggam, dan ketika kaki tak lagi mampu melangkah. Kekuatan doa mampu mengubah sesuatu yang sulit menjadi mudah, yang berat menjadi ringan, dan yang lemah menjadi kuat. sebab, kekuatan doa adalah kekuatan yang datangnya dari Allah. Doa adalah permohonan langsung manusia dengan Rabbnya. Ketika seseorang memanjatkan doa dengan tulus dan sungguh-sungguh, dengan izin-Nya, Allah akan mengabulkan doanya. seperti kisah Nabi Zakaria As yang Allah abadikan dalam Al-Qur'an:
"Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepada nya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami." (Q.S. Al-Anbiyaa': 90)
Begitulah Allah mengabulkan doa orang-orang yang tulus. Kadang, kita merasa Allah tak mengabulkan doa-doa kita. Mungkin ada yang salah dengan doa kita, atau niat kita yang tak lurus. Atau cara kita berdoa yang belum Allah ridhoi. Dalam Al-Qur'an telah Allah wahyukan tentang etika berdoa seperti yang tersirat dalam ayat-ayat berikut:
"Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS. Al-A'raaf: 55)
"Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai." (QS. Al-A'raaf: 205)
Tak hanya ayat-ayat ini yang memberikan tuntunan dalam berdoa, masih ada ayat-ayat lain. Selain itu, dari kisah-kisah para Nabi pun, Allah mengabadikan doa-doa mereka yang dikabulkan. Tak hanya sekedar cerita, tapi kisah yang menjadi hikmah untuk kehidupan kita saat ini. Begitu jelas Allah memberi tuntunan untuk umat manusia agar menjadi orang-orang yang beruntung.
Dalam sebuah blog menuliskan:"Do’a adalah harapan, do’a adalah semangat, do’a adalah kepasrahan, do’a juga wujud dari kepatuhan dan rasa ta’dhim kepada Sang Khaliq. do’a juga sering menjadi jalan terakhir ketika usaha lahir tidak membuahkan tanda-tanda keberhasilan."
Dalam kehidupan sehari-hari mungkin kita mempunyai pengalaman yang membuktikan betapa besar kekuatan doa. Pernah seorang teman saya, ketika ada temannya tiba-tiba cuek, ketus, dan tak menegurnya tanpa ia tahu akibatnya. Kemudian setiap hari ia menyebut nama sang teman dalam rabithahnya. Alhamdulillah, perlahan-lahan, gunung es yang memisahkan mereka luluh. Teman saya itu, begitu yakin, kekuatan rabithah yang ia panjatkan setiap hari adalah kekuatan dari Allah untuk membuat jalinan antara ia dan temannya kemballi seperti semula.
Ah, begitu banyak cerita tentang doa. Mungkin ketika kita benar-benar dalam keadaan yang begitu sulit, saat itu kita berdoa dan tanpa kita duga-duga pertolongan Allah datang saat itu juga. atau dengan segala daya upaya yang kita lakukan, disertai doa setiap sujud-sujud panjang kita, Allah memberikan hasil yang di luar dugaan kita, melebihi apa yang kita harapkan.Begitulah doa, dan satu kata yang mempunyai kekuatan luar biasa sebab kekuatan itu datangnya dari Allah bernama doa.
"Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya)." (QS. An-Naml: 62)