Islam mengajarkan untuk saling mencintai. Baik mencintai sesama maupun mencintai makhluk Allah. Begitu indah islam memaknai cinta. Sebagaimana digambarkan dalam cerita-cerita para sahabat Rasulullah SAW terdahulu. Cinta yang dilandasi keimanan karena Allah semata.
Mari kita mengingat kembali cinta yang diberikan oleh seorang yang telah membawa cahaya kebenaran di muka bumi ini. Cinta yang menjadikan hidup kita seperti saat ini, hidup dalam cahaya islam. Beginilah cinta seorang Rasul kepada umatnya:
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.
Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.
"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanukum --peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."
Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku" (http://poniran.abatasa.com/post/detail/5060/cinta-rasulullah-pada-umatnya)
Subhanallah. Satu pertanyaan untuk kita semua; Seberapa besar cinta kita pada Beliau? Beliau bahkan mencintai kita yang sama sekali tak pernah ia lihat sampai nafas terakhir. Ia pun sanngat mengkhawatirkan kita. Sungguh luar biasa cinta seorang Nabi Muhammad SAW. Beliau pun pernah bersabda:
“Tidak sempurna iman seorang di antara kamu sebelum ia lebih mencintai aku daripada mencintai ibu-bapaknya, anaknya, dan semua manusia” (HR Bukhari)
Apakah cinta kita kepadanya sudah seperti apa yang Beliau sampaikan?
Wallahualam…
cahaya hati insya Allah akan menjadi kumpulan tulisan saya, baik berupa puisi,cerpen,artikel atau catatan-catatan ringan saya.
Laman
Nurul's Profil
Sabtu, 25 Februari 2012
Cintanya Sampai Nafas Terakhir
Irama Nina bobo Alam
Malam terus berlari
Semakin pekat!
Irama tetes hujan tak berhenti
Melodi yang meninabobokan insan
Senyap
Malam semakin senyap
Semakin gelap
Dan terlelap oleh melodi alam
Inderalaya, 30 April 2011
Semakin pekat!
Irama tetes hujan tak berhenti
Melodi yang meninabobokan insan
Senyap
Malam semakin senyap
Semakin gelap
Dan terlelap oleh melodi alam
Inderalaya, 30 April 2011
Selasa, 21 Februari 2012
Pemuda dan Perubahan Bangsa*
Dalam perubahan bangsa Indonesia, pemuda memiliki peran yang sangat penting. Sejarah telah mencatat bahwa setiap perjalanan penting bangsa ini peran utamanya adalah pemuda. Tahun 1908 berdirinya Budi Utomo diprakarsai pemuda, tahun 1928 peristiwa sumpah pemuda juga diprakarsai pemuda, tahun 1945 peristiwa Rengasdengklok peran utamanya masih pemuda dan peristiwa penting yang menumbangkan rezim Soeharto tahun 1998 juga pemuda menjadi peran utama. Dalam tulisan ini membahas tentang potensi pemuda, peran penting pemuda dalam perubahan suatu bangsa dan keadaan pemuda saat ini.
”Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kugoncangkan dunia,” pernyataan ini didengungkan oleh presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno. Pernyataan ini menggambarkan betapa besar potensi pemuda. Pemuda yang energik, cemerlang dan aktif membuatnya didengungkan sebagai agen perubahan. Perubahan ini terjadi karena potensi-potensi yang ada pada pemuda itu sendiri. Adapun potensi pemuda diantaranya potensi fisik (jasad), akal dan qalbu (hati). Pada dasarnya ketiga potensi ini dimiliki oleh setiap manusia. Hal ini senada dengan Kurniah (2008:7) yang menyatakan kita adalah manusia unggul yang dilahirkan untuk membuktikan keunggulan itu di dunia. Kita adalah harta karun yang tak ternilai harganya. Diri-diri kita adalah keunikan yang sempurna. Betapa besar potensi yang kita miliki. Mulai dari jasad, akal dan hati, semuanya adalah modal yang tak habis-habisnya. Modal yang selalu membawa keuntungan jika dikelola semaksimal mungkin.
Pertama, pemuda memiliki potensi fisik yang lebih baik dibandingkan orangtua. Dengan potensi tersebut pemuda mampu melakukan hal-hal yang energik dan penuh tantangan. Jika potensi fisik ini benar-benar dioptimalkan tentu perubahan besar akan terjadi atas prakarsa pemuda. Perubahan ini dapat terjadi karena pemuda adalah sosok unggul, pilihan, bergairah, dan bergelora secara fisik, psikis, intelektual, serta yang terpenting sikapnya, pemuda sosok superior, progresif, revolusioner dengan api berkobar-kobar, dan bara semangat yang menyala-nyala (Saefudin, 2010 dalam blogsaep.wordpress.com).
Kedua, setiap manusia memiliki potensi akal juga pemuda. Pemuda memiliki akal atau ide-ide yang cemerlang. Menurut Imam Al Ghazali (dalam Yahya: 2007 jurnal Pemikiran Alternatif Kehidupan) akal atau aql yaitu pengetahuan tentang hakikat segala keadaan, maka akal ibarat sifat-sifat ilmu yang tempatnya di hati. Dengan potensi ini, berbagai inovasi dapat dilakukan pemuda. Hal ini senada dengan Read (1979) dalam blogsaep.com yang mengatakan bahwa biasanya untuk menerima suatu inovasi, ada kelompok pelopor (earlier adopters) yang jumlahnya sedikit. Mahasiswa dan sebagian kecil komponen masyarakat lainnya masuk dalam kelompok ini. Perubahan demi perubahan terjadi karena ide-ide cemerlang dari pemuda. Adanya jejaring sosial facebook adalah contoh dari ide cemerlang seorang pemuda di Amerika. Dengan ide tersebut begitu banyak manfaat yang berguna bagi kehidupan masyarakat, mulai dari komunikasi, bisnis sampai politik pun tersentuh akibat ide cemerlang dari seorang pemuda Amerika ini. Contoh ini adalah contoh yang ada di negeri adikuasa, masih banyak contoh-contoh lain dari negeri sendiri yang tidak kalah pentingnya. Salah satunya adalah penemuan seorang pemuda yang telah berhasil membuat sebuah mobil hemat bahan bakar.
Potensi terakhir adalah qalbu atau hati. Pada potensi ini, pemuda mampu melakukan hal-hal yang mempertimbangkan hati ataupun hak-hak dasar manusia. Menurut Imam Al Ghazali (dalam Yahya: 2007 jurnal Pemikiran Alternatif Kehidupan) qalb atau hati merupakan suatu unsur yang halus, berasal dari alam ketuhanan, berfungsi untuk merasa, mengetahui dan mengenal. Selain itu hati juga diberi beban, disiksa, dicaci, dan sebagainya yang pada hakikatnya tidak bisa diketahui.
Setelah mengetahui potensi-potensi pada pemuda, mata rantai dari potensi tersebut adalah perannya dalam perubahan suatu bangsa. Telah diketahui dari catatan sejarah bangsa ini bahwa pemuda sangat berperan dalam perjalanan bangsa Indonesia. Melihat pada catatan sejarah tahun 1908, Dr. Sutomo bersama pemuda-pemuda lainnya memprakarsai berdirinya Budi Utomo sebagai organisasi pemuda pertama di Indonesia. (Fitranto: 2007 dalam agilonbetterment.wordpress.com) menyatakan bahwa “organisasi yang mengubah watak pergerakan perlawanan yang semula bersifat kedaerahan menjadi bersifat kebangsaan.”
Catatan penting lainnya yang sangat menentukan bagi masa depan Bangsa Indonesia, 28 Oktober 1928 Kongres Pemuda II diselenggarakan di Jakarta. Kongres ini setidaknya menghasilkan tiga poin penting, yakni kesadaran berbangsa Indonesia, bertanah air Indonesia, dan berbahasa nasional, Bahasa Indonesia. Inilah saat dimana semangat nasionalisme dikobarkan dan sedikit demi sedikit perasaan kedaerahan yang berlebihan dikikis dan diminimalkan. Inilah akselerator perjuangan perlawanan terhadap penjajah yang akhirnya mencapai titik kulminasinya melalui proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Inilah keadaan pemuda pada zaman pergerakan, hampir satu abad yang silam (Fitranto: 2007 dalam agilonbetterment.wordpress.com).
Perubahan paling penting dalam catatan sejarah bangsa Indonesia dengan aktornya pemuda adalah reformasi 1998 dimana pemuda menduduki gedung DPR dan MPR RI untuk menumbangkan rezim Soeharto. Perubahan penting pada masa ini telah membawa bangsa Indonesia menuju pada perubahan penting yaitu reformasi.
Catatan sejarah tersebut telah menguraikan peran penting pemuda dalam kemajuan bangsa. Selanjutnya, melihat pada masa sekarang, bagaimana keadaan dan peran pemuda setelah reformasi.
Berbagai media kini mulai menyorot tentang semangat pemuda yang mulai luntur dan nasionalisme yang mulai terkikis. Tak seperti satu abad silam pemuda yang saling membahu-bahu untuk menyatukan kekuatan melawan penjajahan. Keadaan saat ini, pemuda sering kali menyatukan kekuatan untuk menyusahkan dan mencoreng nama bangsa sendiri. Kadang di jalan-jalan ibu kota pemuda menyatukan kekuatan untuk tawuran pelajar maupun mahasiswa. Miris sekali, bertolak belakang dengan perjuangan pemuda dulu. Tak heran jika seorang vokalis band papan atas Indonesia, Charly ST12 menggubah sebuah lagu yang berjudul rindu bersatu. lagu yang sangat menggambarkan keadaan pemuda saat ini. Selain itu pemuda-pemuda lain yang merasa bertanggungjawab atas perubahan dan kemajuan bangsa ini juga ikut membangun bangsa melalui organisasi ataupun prestasi mereka.
Kembali melihat pada keadaan pemuda saat ini yang sering kali memenuhi jalan-jalan untuk tawuran atau sekedar melakukan tindakan anarkis. Tawuran yang sering terjadi ini mengancam perubahan bangsa yang mengarah pada kemajuan sebab perubahan bangsa ini ada ditangan pemuda. Bukan presiden atau menteri. Potensi yang mereka milikipun pada akhirnya tidak dioptimalkan untuk kemajuan bangsa karena hal-hal seperti tawuran. Melihat pada sisi lain pemuda Indonesia. Banyak pemuda berprestasi yang berhasil mengharumkan nama bangsa ini. Namun, itu saja tidak cukup jika melihat masih banyak pemuda yang tidak menyadari betapa pentingnya peran mereka bagi bangsa Indonesia. Hal terpenting saat ini adalah penyatuan pemuda itu sendiri di dalam maupun saat berada di luar bangsanya.
Pada kesimpulannya, peran pemuda dalam perubahan suatu bangsa masih sama seperti dulu. Pemuda adalah tulang punggung bangsa, generasi penerus bangsa. Hanya saja perlu adanya penyatuan kekuatan pemuda agar perannya tidak hanya ada dalam catatan sejarah. Hal itu yang mulai hilang dari pemuda bangsa ini sekarang. Untuk itu perlu adanya upaya-upaya pengoptimalan potensi pemuda agar pemuda benar-benar menjadi ujung tombak perubahan bangsa Indonesia, tentunya perubahan yang mengarah pada kemajuan bangsa. Satu hal yang penting bahwa dalam peran pemuda terdapat peningkatan-peningkatan terutama dalam penguasaan ilmu dan teknologi sehingga terjadi perubahan pola pikir dalam membangun bangsa.
Sumber:
Kurniah, Hendi. 2008. Mengubah Hidup Meraih Bahagia. Pangkal Pinang: Mata Air Surga.
Albantani, Saefudin. 2010. Pemuda Ujung Tombak Bangsa. (Online) http://blogsaep.wordpress.com/2010/01/13/pemuda-adalah-ujung-tombak-bangsa/ (akses tanggal 21 Agustus 2010)
Fitranto, Agil. 2007. Peran Pemuda Dalam Proses Akslerasi Perbaikan Bangsa. (Online) http://agilonbetterment.wordpress.com/2007/05/16/peran-pemuda-dalam-proses-akselerasi-perbaikan-bangsa/ (akses tanggal 21 Agustus 2010)
Utomo, Agasha Rafly.2007. Membangun Generasi Muda yang Progresif, Agamis dan Nasionalis (online) http://budiutomo79.blogspot.com/2007/10/membangun-generasi-muda-yang-progresif.html (Akses tanggal 21 Agustus 2010)
Yahya, M. Slamet. 2007. Jurnal Pemikiran Alternatif Pendidikan. (online) http//www.docstoc.com (akses tanggal 30 Agustus 2010)
*Diselesaikan untuk tugas mata kuliah menulis 2
”Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kugoncangkan dunia,” pernyataan ini didengungkan oleh presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno. Pernyataan ini menggambarkan betapa besar potensi pemuda. Pemuda yang energik, cemerlang dan aktif membuatnya didengungkan sebagai agen perubahan. Perubahan ini terjadi karena potensi-potensi yang ada pada pemuda itu sendiri. Adapun potensi pemuda diantaranya potensi fisik (jasad), akal dan qalbu (hati). Pada dasarnya ketiga potensi ini dimiliki oleh setiap manusia. Hal ini senada dengan Kurniah (2008:7) yang menyatakan kita adalah manusia unggul yang dilahirkan untuk membuktikan keunggulan itu di dunia. Kita adalah harta karun yang tak ternilai harganya. Diri-diri kita adalah keunikan yang sempurna. Betapa besar potensi yang kita miliki. Mulai dari jasad, akal dan hati, semuanya adalah modal yang tak habis-habisnya. Modal yang selalu membawa keuntungan jika dikelola semaksimal mungkin.
Pertama, pemuda memiliki potensi fisik yang lebih baik dibandingkan orangtua. Dengan potensi tersebut pemuda mampu melakukan hal-hal yang energik dan penuh tantangan. Jika potensi fisik ini benar-benar dioptimalkan tentu perubahan besar akan terjadi atas prakarsa pemuda. Perubahan ini dapat terjadi karena pemuda adalah sosok unggul, pilihan, bergairah, dan bergelora secara fisik, psikis, intelektual, serta yang terpenting sikapnya, pemuda sosok superior, progresif, revolusioner dengan api berkobar-kobar, dan bara semangat yang menyala-nyala (Saefudin, 2010 dalam blogsaep.wordpress.com).
Kedua, setiap manusia memiliki potensi akal juga pemuda. Pemuda memiliki akal atau ide-ide yang cemerlang. Menurut Imam Al Ghazali (dalam Yahya: 2007 jurnal Pemikiran Alternatif Kehidupan) akal atau aql yaitu pengetahuan tentang hakikat segala keadaan, maka akal ibarat sifat-sifat ilmu yang tempatnya di hati. Dengan potensi ini, berbagai inovasi dapat dilakukan pemuda. Hal ini senada dengan Read (1979) dalam blogsaep.com yang mengatakan bahwa biasanya untuk menerima suatu inovasi, ada kelompok pelopor (earlier adopters) yang jumlahnya sedikit. Mahasiswa dan sebagian kecil komponen masyarakat lainnya masuk dalam kelompok ini. Perubahan demi perubahan terjadi karena ide-ide cemerlang dari pemuda. Adanya jejaring sosial facebook adalah contoh dari ide cemerlang seorang pemuda di Amerika. Dengan ide tersebut begitu banyak manfaat yang berguna bagi kehidupan masyarakat, mulai dari komunikasi, bisnis sampai politik pun tersentuh akibat ide cemerlang dari seorang pemuda Amerika ini. Contoh ini adalah contoh yang ada di negeri adikuasa, masih banyak contoh-contoh lain dari negeri sendiri yang tidak kalah pentingnya. Salah satunya adalah penemuan seorang pemuda yang telah berhasil membuat sebuah mobil hemat bahan bakar.
Potensi terakhir adalah qalbu atau hati. Pada potensi ini, pemuda mampu melakukan hal-hal yang mempertimbangkan hati ataupun hak-hak dasar manusia. Menurut Imam Al Ghazali (dalam Yahya: 2007 jurnal Pemikiran Alternatif Kehidupan) qalb atau hati merupakan suatu unsur yang halus, berasal dari alam ketuhanan, berfungsi untuk merasa, mengetahui dan mengenal. Selain itu hati juga diberi beban, disiksa, dicaci, dan sebagainya yang pada hakikatnya tidak bisa diketahui.
Setelah mengetahui potensi-potensi pada pemuda, mata rantai dari potensi tersebut adalah perannya dalam perubahan suatu bangsa. Telah diketahui dari catatan sejarah bangsa ini bahwa pemuda sangat berperan dalam perjalanan bangsa Indonesia. Melihat pada catatan sejarah tahun 1908, Dr. Sutomo bersama pemuda-pemuda lainnya memprakarsai berdirinya Budi Utomo sebagai organisasi pemuda pertama di Indonesia. (Fitranto: 2007 dalam agilonbetterment.wordpress.com) menyatakan bahwa “organisasi yang mengubah watak pergerakan perlawanan yang semula bersifat kedaerahan menjadi bersifat kebangsaan.”
Catatan penting lainnya yang sangat menentukan bagi masa depan Bangsa Indonesia, 28 Oktober 1928 Kongres Pemuda II diselenggarakan di Jakarta. Kongres ini setidaknya menghasilkan tiga poin penting, yakni kesadaran berbangsa Indonesia, bertanah air Indonesia, dan berbahasa nasional, Bahasa Indonesia. Inilah saat dimana semangat nasionalisme dikobarkan dan sedikit demi sedikit perasaan kedaerahan yang berlebihan dikikis dan diminimalkan. Inilah akselerator perjuangan perlawanan terhadap penjajah yang akhirnya mencapai titik kulminasinya melalui proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Inilah keadaan pemuda pada zaman pergerakan, hampir satu abad yang silam (Fitranto: 2007 dalam agilonbetterment.wordpress.com).
Perubahan paling penting dalam catatan sejarah bangsa Indonesia dengan aktornya pemuda adalah reformasi 1998 dimana pemuda menduduki gedung DPR dan MPR RI untuk menumbangkan rezim Soeharto. Perubahan penting pada masa ini telah membawa bangsa Indonesia menuju pada perubahan penting yaitu reformasi.
Catatan sejarah tersebut telah menguraikan peran penting pemuda dalam kemajuan bangsa. Selanjutnya, melihat pada masa sekarang, bagaimana keadaan dan peran pemuda setelah reformasi.
Berbagai media kini mulai menyorot tentang semangat pemuda yang mulai luntur dan nasionalisme yang mulai terkikis. Tak seperti satu abad silam pemuda yang saling membahu-bahu untuk menyatukan kekuatan melawan penjajahan. Keadaan saat ini, pemuda sering kali menyatukan kekuatan untuk menyusahkan dan mencoreng nama bangsa sendiri. Kadang di jalan-jalan ibu kota pemuda menyatukan kekuatan untuk tawuran pelajar maupun mahasiswa. Miris sekali, bertolak belakang dengan perjuangan pemuda dulu. Tak heran jika seorang vokalis band papan atas Indonesia, Charly ST12 menggubah sebuah lagu yang berjudul rindu bersatu. lagu yang sangat menggambarkan keadaan pemuda saat ini. Selain itu pemuda-pemuda lain yang merasa bertanggungjawab atas perubahan dan kemajuan bangsa ini juga ikut membangun bangsa melalui organisasi ataupun prestasi mereka.
Kembali melihat pada keadaan pemuda saat ini yang sering kali memenuhi jalan-jalan untuk tawuran atau sekedar melakukan tindakan anarkis. Tawuran yang sering terjadi ini mengancam perubahan bangsa yang mengarah pada kemajuan sebab perubahan bangsa ini ada ditangan pemuda. Bukan presiden atau menteri. Potensi yang mereka milikipun pada akhirnya tidak dioptimalkan untuk kemajuan bangsa karena hal-hal seperti tawuran. Melihat pada sisi lain pemuda Indonesia. Banyak pemuda berprestasi yang berhasil mengharumkan nama bangsa ini. Namun, itu saja tidak cukup jika melihat masih banyak pemuda yang tidak menyadari betapa pentingnya peran mereka bagi bangsa Indonesia. Hal terpenting saat ini adalah penyatuan pemuda itu sendiri di dalam maupun saat berada di luar bangsanya.
Pada kesimpulannya, peran pemuda dalam perubahan suatu bangsa masih sama seperti dulu. Pemuda adalah tulang punggung bangsa, generasi penerus bangsa. Hanya saja perlu adanya penyatuan kekuatan pemuda agar perannya tidak hanya ada dalam catatan sejarah. Hal itu yang mulai hilang dari pemuda bangsa ini sekarang. Untuk itu perlu adanya upaya-upaya pengoptimalan potensi pemuda agar pemuda benar-benar menjadi ujung tombak perubahan bangsa Indonesia, tentunya perubahan yang mengarah pada kemajuan bangsa. Satu hal yang penting bahwa dalam peran pemuda terdapat peningkatan-peningkatan terutama dalam penguasaan ilmu dan teknologi sehingga terjadi perubahan pola pikir dalam membangun bangsa.
Sumber:
Kurniah, Hendi. 2008. Mengubah Hidup Meraih Bahagia. Pangkal Pinang: Mata Air Surga.
Albantani, Saefudin. 2010. Pemuda Ujung Tombak Bangsa. (Online) http://blogsaep.wordpress.com/2010/01/13/pemuda-adalah-ujung-tombak-bangsa/ (akses tanggal 21 Agustus 2010)
Fitranto, Agil. 2007. Peran Pemuda Dalam Proses Akslerasi Perbaikan Bangsa. (Online) http://agilonbetterment.wordpress.com/2007/05/16/peran-pemuda-dalam-proses-akselerasi-perbaikan-bangsa/ (akses tanggal 21 Agustus 2010)
Utomo, Agasha Rafly.2007. Membangun Generasi Muda yang Progresif, Agamis dan Nasionalis (online) http://budiutomo79.blogspot.com/2007/10/membangun-generasi-muda-yang-progresif.html (Akses tanggal 21 Agustus 2010)
Yahya, M. Slamet. 2007. Jurnal Pemikiran Alternatif Pendidikan. (online) http//www.docstoc.com (akses tanggal 30 Agustus 2010)
*Diselesaikan untuk tugas mata kuliah menulis 2
Bermain Untuk Mengoptimalkan Perkembangan Anak
Esai pembagian logis
Melalui permainan, anak akan merasakan bahagia. Dengan perasaan suka cita, syaraf atau neuron di otak anak dengan cepat saling berkoneksi untuk membentuk satu memori baru. Hal ini menyebabkan anak lebih mudah belajar dari suatu permainan. Akan tetapi, kebanyakan orangtua lebih suka melihat anaknya belajar dengan tenang daripada bergerak (moving) dan bersuara (noice). Jika semua orangtua tahu dan menyadari bahwa aktivitas gerak dan suara anak (bisa disebut bemain) adalah cara efektif bagi anak untuk mempelajari sesuatu. Tulisan ini membahas jenis-jenis permainan anak dan pentingnya bermain dalam perkembangan anak.
Pada dasarnya, semua jenis permainan mempunyai tujuan yang sama yaitu bermain dengan menyenangkan. Yang membedakan adalah pengaruh atau efek dari jenis permainan tersebut. Ada dua jenis permainan, yaitu: Permainan Aktif dan Permainan Pasif. Permainan aktif dan pasif ini hendaknya dilakukan dengan seimbang.
Pada permainan aktif lebih diutamakan gerak tubuh dan tentunya diimbangi pola pikir anak. Dengan demikian, tidak hanya efek menyenangkan yang mereka dapati namun keseimbangan antara gerak tubuh dan pola pikirpun dapat dikembangakan pada jenis permainan ini. Jenis permainan aktif ini diantaranya permainan olahraga (sport) dan permainan perkelahian (body contact).
Bagi orang dewasa, olahraga bukan lagi menjadi sebuah permainan tetapi sesuatu yang serius dan kompetitif. Namun bagi anak, olahraga bisa menjadi satu permainan yang menyenangkan yang mengandung kesenangan, hiburan, dan bermain. Tetapi tidak juga terlepas dari unsur partisipatif dan keinginan untuk unggul. Dalam permainan olahaga anak mengembangkan kemampuan kinestetik dan pengembangan motivasi untuk menunjukkan keungulan dirinya (penekanan bukan pada persaingan tapi pada kemampuan) memberi kekuatan pada dirinya sendiri serta belajar mengembangkan diri setiap waktu. Sedangkan jenis permainan perkelahian termasuk permainan modern, tapi banyak orang tua maupun guru memandangnya skeptic dan cemas, ini beralasan dari efek yang mungkin serius. Permainan ini merupakan jenis permainan modifikasi yang menuntut keseriusan anak untuk memenuhi kebutuhan akan kekuasaan. Hal tersebut sehat dan positf bagi anak, berguna untuk menguji keunggulan dan kekuatan di lingkungan sekitar. Jenis permainan ini adalah untuk menguji kemampuan dan pemikiran anak dalam dunia nyata dengan segala akibatnya.
pada permainan pasif, pola pikir untuk memecahkan suatu permasalahn lebih diutamakan. Pada umumnya, jenis permainan ini seorang anak akan menghabiskan banyak waktu untuk bermain tanpa harus bergerak. Pada permainan pasif terdapat sisi positif dan negatif yang setidaknya menjadi pengawasan bagi orangtua. Permainan ini dikategorikan menjadi dua yaitu permainan mekanis dan permainan fantasi.
Pada kategori permainan pasif yang pertama adalah permainan mekanis. Seiring perkembangan zaman dan teknologi memberi pengaruh besar dalam perkembangan jenis permainan untuk anak. Alat teknologi canggih seperti komputer bukan lagi milik orang dewasa, tapi telah menjadi barang biasa buat anak-anak. Berbagai games atau permainan virtual telah tersedia di dalamnya (computer). Bermain komputer tidak sama dengan bermain bersama teman, anak bermain sendiri dengan kesenangannya. Sisi negatif permainan mekanis ini adalah kurangnya pembentukan sikap anak untuk menerima dan memberi (take and give). Anak memegang kendali penuh atas "teman mainnya" dan "si teman mainnya" akan melakukan apapun yang diinginkan anak. Kendali penuh ini akan menimbulkan reaksi serius bila anak menyalurkannya dalam pertemanan di lingkungan sosialnya. Namun, hal positif anak memiliki keterampilan komputer yang akan diperlukan anak sebagai sarana hidupnya.
Kategori kedua adalah permainan fantasi. Fantasi merupakan praktik permainan yang khusus dilakukan sendiri. Anak dapat membentuk dunia sesuai dengan keinginannya (imaginasi). Sebaiknya, orang tua tidak memaksa anak untuk selalu bermain dengan teman-temannya karena akan menciptakan kesan bahwa bermain sendiri itu salah. Permainan fantasi selain proses kreatif mengembagkan kemampuan sisi otak kanan, juga untuk pembentukan kecerdasan interpersonal (salah satu dari delapan kecerdasan teori multiple intelligence, Howard Garner).
Tidak hanya perhatian orangtua yang berperan penting dalam perkembangan anak. Ada aspek-aspek lain yang sangat mempengaruhi perkembangan anak baik dari segi motorik, kognitif dan emosi. Bermain merupakan salah satunya. Dengan bermain anak dapat belajar dari permainan tesebut (learning by playing). Permainan mengembangkan otak kanan dan permainan mengembangkan pola sosialisasi serta emosi anak.
Peran penting bermain yang pertama adalah anak belajar dengan bermain (learning by playing). Banyak hal yang dapat dipelajari melalui sebuah permainan, seperti keseimbangan antara motorik halus dan motorik kasar sangat mempengaruhi perkembangan psikologi anak. Seperti kata Reamonn O Donnchadha dalam bukunya The Confident Child "Permainan akan memberi kesempatan untuk belajar menghadapi situasi kehidupan pribadi sekaligus belajar memecahkan masalah".
Kedua, permainan mengembangkan otak kanan. Ketika bermain anak mempunyai kesempatan untuk menguji kemampuan dirinya berhadapan dengan teman sebayanya dan mengembangkan perasaan realistis akan dirinya. Bermain melalui permaianan memberi kesempatan pada anak untuk mengembangkan otak kanan, kemampuan yang mungkin kurang terasah di sekolah maupun di rumah.
Ketiga, permainan mengembangkan pola sosialisasi dan emosi anak. Dalam permainan kelompok, anak belajar tentang sosialisasi yang menempatkan dirinya sebagai makhluk sosial. Anak mempelajari nilai keberhasilan pribadi ketika berhasil memasuki suatu kelompok. Ketika anak memainkan peran "baik" atau "jahat" membuat anak kaya akan pengalaman emosi, anak akan memahami perasaan yang terkait dari ketakutan dan penolakan dari situasi yang dia hadapi.
Pada kesimpulannya, bermain mempunyai peran penting dalam perkembangan anak. Hal ini disebabkan ketika bermain kreativitas dan pola pikir anak secara tidak langsung dilatih. Pada permainan pun terdapat jenis-jenis sesuai cara anak melakukakan permainan tersebut. Jenis permainan tersebut adalah permainan aktif dan pasif. Kemudian pada permainan inipunm masih diklasifikasikan sesuai aksi anak-anak.
Sumber
http://www.anneahira.com/kesehatan-anak/permainan-anak.htm (akses tanggal 17 mei 2010)
http://www.anneahira.com/kesehatan-anak/index.htm (akses tanggal 13 Mei 2010)
*Diselesaikan untuk tugas mata kuliah Menulis 1
Senin, 20 Februari 2012
Lada Putih, Komoditas yang Terlupakan*
Lada putih merupakan komoditas utama yang pernah Berjaya di Bangka Belitung, khususnya di muntok. Lada putih Muntok dikenal dengan Muntok white pepper telah mendunia. Bahkan lada putih ini telah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda. Pada tulisan ini akan dibahas tentang penurunan produksi lada putih di Bangka Belitung serta penyebabnya, usaha pemerintah dalam menanggulangi masalah ini dan kondisi produksi lada saat ini.
Memasuki tahun 2000-an, produksi lada putih di Bangka Belitung mengalami penurunan. Dari data yang diperoleh, pada tahun 2002 produksi lada putih berjumlah 33.000 ton. Jumlah tersebut mengalami penurunan pada tahun 2003 menjadi 27.000 ton, sedangkan di tahun 2004 kembali menurun menjadi 20.000 ton. Penurunan produksi lada terus terjadi dan tahun 2005 produksi tinggal 16.000 ton. Pada tahun 2006 dan 2007 jumlah produksi sama yaitu berada di angka 14.000 ton. Tidak hanya sampai disini, penurunan produksi lada putih kembali terjadi hingga tahun 2008, produksi lada putih berada pada angka 13.000 ton.
Penyebab penurunan produksi lada putih ini adalah maraknya pertambangan timah di Bangka Belitung. Lahan yang pernah digunakan untuk perkebunan lada berubah menjadi area tambang timah. Penambangan timah ini dikenal dengan tambang inkonvensional. Semenjak maraknya tambang inkonvensional, pemerintah lebih focus pada timah dibandingkan dengan lada sehingga pamornya semakin menurun. Padahal lada pernah menjadi primadona yang mengharumkan nama provinsi ini. Selain itu banyaknya lahan yang dialihfungsikan sebagai perkebunan sawit juga menjadi penyebab penurunan produksi lada putih. Masyarakat merasa bahwa sawit lebih menjanjikan hasil yang lebih cepat dibandingkan lada.
Setelah beberapa tahun produksi lada mendapatkan perhatian yang kurang dari pemerintah. Akhirnya, pemerintah mulai mengambil langkah untuk menghidupkan kembali kejayaan lada. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan pengambilan hak paten terhadap lada. Pengambilan hak paten ini dilakukakan mengingat lada yang sudah dikenal sejak masa penjajahan Belanda. Selain itu dengan kualitas lada putih yang di atas rata-rata dapat mengangkat Bangka Belitung di kancah internasional. Dalam langkah ini, baik pemerintah maupun masyarakat diharapkan untuk proaktif untuk mengajukan keinginan untuk pematenan tersebut.
Meskipun telah dilakukan langkah-langkah untuk membangkitkan kembali kejayaan lada putih. Namun, produksi lada putih seolah tidak ada kemajuan. Memang suatu hal yang tidak mungkin lagi untuk mengembalikan kejayaan seperti pada tahun 90-an mengingat lahan di Bangka Belitung yang banyak dialihkan ke tambang inkonvensional bahkan ke perkebunan sawit. Lahan yang telah dijadikan area tambang timah dan kebun sawit tidak mendukung lagi untuk dijadikan perkebunan lada. Hal inilah yang menjadi faktor lada seakan-akan menjadi komoditas yang terlupakan di negeri sendiri. Akan tetapi, paling tidak lada putih masih menjadi primadona bagi Bangka Belitung meskipun tidak seperti sebelumnya.
Pada kesimpulannya, semakin tahun produksi lada putih di Bangka Belitung semakin menurun. Penyebab penurunan ini adalah maraknya tambang inkonvensional dan banyaknya lahan yang dialihfungsikan sebagai perkebunan kelapa sawit. Menanggapi hal ini, langkah yang dilakukan oleh pemerintah setempat adalah pengambilan hak paten terhadap lada putih. Akan tetapi langkah tidak menjamin kejayaan lada putih dapat seperti tahun 90-an karena lahan-lahan yang tidak mendukung lagi untuk perkebunan lada.
Sumber
http//cetak.bangkapos.com/bisnis/read/22937.html (akses tanggal 29 Maret 2010)
http//extrications.com/muntok/blogs.html (akses tanggal 29 Maret 2010)
http://cisaruaceria.blogspot.com/ (akses tanggal 7 April 2010)
*Diselesaikan untuk tugas Mata Kuliah Menulis 1
Memasuki tahun 2000-an, produksi lada putih di Bangka Belitung mengalami penurunan. Dari data yang diperoleh, pada tahun 2002 produksi lada putih berjumlah 33.000 ton. Jumlah tersebut mengalami penurunan pada tahun 2003 menjadi 27.000 ton, sedangkan di tahun 2004 kembali menurun menjadi 20.000 ton. Penurunan produksi lada terus terjadi dan tahun 2005 produksi tinggal 16.000 ton. Pada tahun 2006 dan 2007 jumlah produksi sama yaitu berada di angka 14.000 ton. Tidak hanya sampai disini, penurunan produksi lada putih kembali terjadi hingga tahun 2008, produksi lada putih berada pada angka 13.000 ton.
Penyebab penurunan produksi lada putih ini adalah maraknya pertambangan timah di Bangka Belitung. Lahan yang pernah digunakan untuk perkebunan lada berubah menjadi area tambang timah. Penambangan timah ini dikenal dengan tambang inkonvensional. Semenjak maraknya tambang inkonvensional, pemerintah lebih focus pada timah dibandingkan dengan lada sehingga pamornya semakin menurun. Padahal lada pernah menjadi primadona yang mengharumkan nama provinsi ini. Selain itu banyaknya lahan yang dialihfungsikan sebagai perkebunan sawit juga menjadi penyebab penurunan produksi lada putih. Masyarakat merasa bahwa sawit lebih menjanjikan hasil yang lebih cepat dibandingkan lada.
Setelah beberapa tahun produksi lada mendapatkan perhatian yang kurang dari pemerintah. Akhirnya, pemerintah mulai mengambil langkah untuk menghidupkan kembali kejayaan lada. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan pengambilan hak paten terhadap lada. Pengambilan hak paten ini dilakukakan mengingat lada yang sudah dikenal sejak masa penjajahan Belanda. Selain itu dengan kualitas lada putih yang di atas rata-rata dapat mengangkat Bangka Belitung di kancah internasional. Dalam langkah ini, baik pemerintah maupun masyarakat diharapkan untuk proaktif untuk mengajukan keinginan untuk pematenan tersebut.
Meskipun telah dilakukan langkah-langkah untuk membangkitkan kembali kejayaan lada putih. Namun, produksi lada putih seolah tidak ada kemajuan. Memang suatu hal yang tidak mungkin lagi untuk mengembalikan kejayaan seperti pada tahun 90-an mengingat lahan di Bangka Belitung yang banyak dialihkan ke tambang inkonvensional bahkan ke perkebunan sawit. Lahan yang telah dijadikan area tambang timah dan kebun sawit tidak mendukung lagi untuk dijadikan perkebunan lada. Hal inilah yang menjadi faktor lada seakan-akan menjadi komoditas yang terlupakan di negeri sendiri. Akan tetapi, paling tidak lada putih masih menjadi primadona bagi Bangka Belitung meskipun tidak seperti sebelumnya.
Pada kesimpulannya, semakin tahun produksi lada putih di Bangka Belitung semakin menurun. Penyebab penurunan ini adalah maraknya tambang inkonvensional dan banyaknya lahan yang dialihfungsikan sebagai perkebunan kelapa sawit. Menanggapi hal ini, langkah yang dilakukan oleh pemerintah setempat adalah pengambilan hak paten terhadap lada putih. Akan tetapi langkah tidak menjamin kejayaan lada putih dapat seperti tahun 90-an karena lahan-lahan yang tidak mendukung lagi untuk perkebunan lada.
Sumber
http//cetak.bangkapos.com/bisnis/read/22937.html (akses tanggal 29 Maret 2010)
http//extrications.com/muntok/blogs.html (akses tanggal 29 Maret 2010)
http://cisaruaceria.blogspot.com/ (akses tanggal 7 April 2010)
*Diselesaikan untuk tugas Mata Kuliah Menulis 1
Langganan:
Postingan (Atom)

