Nurul's Profil

Foto saya
Seorang ibu, guru, dan pembelajar.

Selasa, 21 Februari 2012

Pemuda dan Perubahan Bangsa*

Dalam perubahan bangsa Indonesia, pemuda memiliki peran yang sangat penting. Sejarah telah mencatat bahwa setiap perjalanan penting bangsa ini peran utamanya adalah pemuda. Tahun 1908 berdirinya Budi Utomo diprakarsai pemuda, tahun 1928 peristiwa sumpah pemuda juga diprakarsai pemuda, tahun 1945 peristiwa Rengasdengklok peran utamanya masih pemuda dan peristiwa penting yang menumbangkan rezim Soeharto tahun 1998 juga pemuda menjadi peran utama. Dalam tulisan ini membahas tentang potensi pemuda, peran penting pemuda dalam perubahan suatu bangsa dan keadaan pemuda saat ini.
”Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kugoncangkan dunia,” pernyataan ini didengungkan oleh presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno. Pernyataan ini menggambarkan betapa besar potensi pemuda. Pemuda yang energik, cemerlang dan aktif membuatnya didengungkan sebagai agen perubahan. Perubahan ini terjadi karena potensi-potensi yang ada pada pemuda itu sendiri. Adapun potensi pemuda diantaranya potensi fisik (jasad), akal dan qalbu (hati). Pada dasarnya ketiga potensi ini dimiliki oleh setiap manusia. Hal ini senada dengan Kurniah (2008:7) yang menyatakan kita adalah manusia unggul yang dilahirkan untuk membuktikan keunggulan itu di dunia. Kita adalah harta karun yang tak ternilai harganya. Diri-diri kita adalah keunikan yang sempurna. Betapa besar potensi yang kita miliki. Mulai dari jasad, akal dan hati, semuanya adalah modal yang tak habis-habisnya. Modal yang selalu membawa keuntungan jika dikelola semaksimal mungkin.
Pertama, pemuda memiliki potensi fisik yang lebih baik dibandingkan orangtua. Dengan potensi tersebut pemuda mampu melakukan hal-hal yang energik dan penuh tantangan. Jika potensi fisik ini benar-benar dioptimalkan tentu perubahan besar akan terjadi atas prakarsa pemuda. Perubahan ini dapat terjadi karena pemuda adalah sosok unggul, pilihan, bergairah, dan bergelora secara fisik, psikis, intelektual, serta yang terpenting sikapnya, pemuda sosok superior, progresif, revolusioner dengan api berkobar-kobar, dan bara semangat yang menyala-nyala (Saefudin, 2010 dalam blogsaep.wordpress.com).
Kedua, setiap manusia memiliki potensi akal juga pemuda. Pemuda memiliki akal atau ide-ide yang cemerlang. Menurut Imam Al Ghazali (dalam Yahya: 2007 jurnal Pemikiran Alternatif Kehidupan) akal atau aql yaitu pengetahuan tentang hakikat segala keadaan, maka akal ibarat sifat-sifat ilmu yang tempatnya di hati. Dengan potensi ini, berbagai inovasi dapat dilakukan pemuda. Hal ini senada dengan Read (1979) dalam blogsaep.com yang mengatakan bahwa biasanya untuk menerima suatu inovasi, ada kelompok pelopor (earlier adopters) yang jumlahnya sedikit. Mahasiswa dan sebagian kecil komponen masyarakat lainnya masuk dalam kelompok ini. Perubahan demi perubahan terjadi karena ide-ide cemerlang dari pemuda. Adanya jejaring sosial facebook adalah contoh dari ide cemerlang seorang pemuda di Amerika. Dengan ide tersebut begitu banyak manfaat yang berguna bagi kehidupan masyarakat, mulai dari komunikasi, bisnis sampai politik pun tersentuh akibat ide cemerlang dari seorang pemuda Amerika ini. Contoh ini adalah contoh yang ada di negeri adikuasa, masih banyak contoh-contoh lain dari negeri sendiri yang tidak kalah pentingnya. Salah satunya adalah penemuan seorang pemuda yang telah berhasil membuat sebuah mobil hemat bahan bakar.
Potensi terakhir adalah qalbu atau hati. Pada potensi ini, pemuda mampu melakukan hal-hal yang mempertimbangkan hati ataupun hak-hak dasar manusia. Menurut Imam Al Ghazali (dalam Yahya: 2007 jurnal Pemikiran Alternatif Kehidupan) qalb atau hati merupakan suatu unsur yang halus, berasal dari alam ketuhanan, berfungsi untuk merasa, mengetahui dan mengenal. Selain itu hati juga diberi beban, disiksa, dicaci, dan sebagainya yang pada hakikatnya tidak bisa diketahui.
Setelah mengetahui potensi-potensi pada pemuda, mata rantai dari potensi tersebut adalah perannya dalam perubahan suatu bangsa. Telah diketahui dari catatan sejarah bangsa ini bahwa pemuda sangat berperan dalam perjalanan bangsa Indonesia. Melihat pada catatan sejarah tahun 1908, Dr. Sutomo bersama pemuda-pemuda lainnya memprakarsai berdirinya Budi Utomo sebagai organisasi pemuda pertama di Indonesia. (Fitranto: 2007 dalam agilonbetterment.wordpress.com) menyatakan bahwa “organisasi yang mengubah watak pergerakan perlawanan yang semula bersifat kedaerahan menjadi bersifat kebangsaan.”
Catatan penting lainnya yang sangat menentukan bagi masa depan Bangsa Indonesia, 28 Oktober 1928 Kongres Pemuda II diselenggarakan di Jakarta. Kongres ini setidaknya menghasilkan tiga poin penting, yakni kesadaran berbangsa Indonesia, bertanah air Indonesia, dan berbahasa nasional, Bahasa Indonesia. Inilah saat dimana semangat nasionalisme dikobarkan dan sedikit demi sedikit perasaan kedaerahan yang berlebihan dikikis dan diminimalkan. Inilah akselerator perjuangan perlawanan terhadap penjajah yang akhirnya mencapai titik kulminasinya melalui proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Inilah keadaan pemuda pada zaman pergerakan, hampir satu abad yang silam (Fitranto: 2007 dalam agilonbetterment.wordpress.com).
Perubahan paling penting dalam catatan sejarah bangsa Indonesia dengan aktornya pemuda adalah reformasi 1998 dimana pemuda menduduki gedung DPR dan MPR RI untuk menumbangkan rezim Soeharto. Perubahan penting pada masa ini telah membawa bangsa Indonesia menuju pada perubahan penting yaitu reformasi.
Catatan sejarah tersebut telah menguraikan peran penting pemuda dalam kemajuan bangsa. Selanjutnya, melihat pada masa sekarang, bagaimana keadaan dan peran pemuda setelah reformasi.
Berbagai media kini mulai menyorot tentang semangat pemuda yang mulai luntur dan nasionalisme yang mulai terkikis. Tak seperti satu abad silam pemuda yang saling membahu-bahu untuk menyatukan kekuatan melawan penjajahan. Keadaan saat ini, pemuda sering kali menyatukan kekuatan untuk menyusahkan dan mencoreng nama bangsa sendiri. Kadang di jalan-jalan ibu kota pemuda menyatukan kekuatan untuk tawuran pelajar maupun mahasiswa. Miris sekali, bertolak belakang dengan perjuangan pemuda dulu. Tak heran jika seorang vokalis band papan atas Indonesia, Charly ST12 menggubah sebuah lagu yang berjudul rindu bersatu. lagu yang sangat menggambarkan keadaan pemuda saat ini. Selain itu pemuda-pemuda lain yang merasa bertanggungjawab atas perubahan dan kemajuan bangsa ini juga ikut membangun bangsa melalui organisasi ataupun prestasi mereka.
Kembali melihat pada keadaan pemuda saat ini yang sering kali memenuhi jalan-jalan untuk tawuran atau sekedar melakukan tindakan anarkis. Tawuran yang sering terjadi ini mengancam perubahan bangsa yang mengarah pada kemajuan sebab perubahan bangsa ini ada ditangan pemuda. Bukan presiden atau menteri. Potensi yang mereka milikipun pada akhirnya tidak dioptimalkan untuk kemajuan bangsa karena hal-hal seperti tawuran. Melihat pada sisi lain pemuda Indonesia. Banyak pemuda berprestasi yang berhasil mengharumkan nama bangsa ini. Namun, itu saja tidak cukup jika melihat masih banyak pemuda yang tidak menyadari betapa pentingnya peran mereka bagi bangsa Indonesia. Hal terpenting saat ini adalah penyatuan pemuda itu sendiri di dalam maupun saat berada di luar bangsanya.
Pada kesimpulannya, peran pemuda dalam perubahan suatu bangsa masih sama seperti dulu. Pemuda adalah tulang punggung bangsa, generasi penerus bangsa. Hanya saja perlu adanya penyatuan kekuatan pemuda agar perannya tidak hanya ada dalam catatan sejarah. Hal itu yang mulai hilang dari pemuda bangsa ini sekarang. Untuk itu perlu adanya upaya-upaya pengoptimalan potensi pemuda agar pemuda benar-benar menjadi ujung tombak perubahan bangsa Indonesia, tentunya perubahan yang mengarah pada kemajuan bangsa. Satu hal yang penting bahwa dalam peran pemuda terdapat peningkatan-peningkatan terutama dalam penguasaan ilmu dan teknologi sehingga terjadi perubahan pola pikir dalam membangun bangsa.

Sumber:

Kurniah, Hendi. 2008. Mengubah Hidup Meraih Bahagia. Pangkal Pinang: Mata Air Surga.
Albantani, Saefudin. 2010. Pemuda Ujung Tombak Bangsa. (Online) http://blogsaep.wordpress.com/2010/01/13/pemuda-adalah-ujung-tombak-bangsa/ (akses tanggal 21 Agustus 2010)
Fitranto, Agil. 2007. Peran Pemuda Dalam Proses Akslerasi Perbaikan Bangsa. (Online) http://agilonbetterment.wordpress.com/2007/05/16/peran-pemuda-dalam-proses-akselerasi-perbaikan-bangsa/ (akses tanggal 21 Agustus 2010)
Utomo, Agasha Rafly.2007. Membangun Generasi Muda yang Progresif, Agamis dan Nasionalis (online) http://budiutomo79.blogspot.com/2007/10/membangun-generasi-muda-yang-progresif.html (Akses tanggal 21 Agustus 2010)
Yahya, M. Slamet. 2007. Jurnal Pemikiran Alternatif Pendidikan. (online) http//www.docstoc.com (akses tanggal 30 Agustus 2010)

*Diselesaikan untuk tugas mata kuliah menulis 2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar