Nurul's Profil

Foto saya
Seorang ibu, guru, dan pembelajar.

Selasa, 21 Februari 2012

Bermain Untuk Mengoptimalkan Perkembangan Anak


Esai pembagian logis

Melalui permainan, anak akan merasakan bahagia. Dengan perasaan suka cita, syaraf atau neuron di otak anak dengan cepat saling berkoneksi untuk membentuk satu memori baru. Hal ini menyebabkan anak lebih mudah belajar dari suatu permainan. Akan tetapi, kebanyakan orangtua lebih suka melihat anaknya belajar dengan tenang daripada bergerak (moving) dan bersuara (noice). Jika semua orangtua tahu dan menyadari bahwa aktivitas gerak dan suara anak (bisa disebut bemain) adalah cara efektif bagi anak untuk mempelajari sesuatu. Tulisan ini membahas jenis-jenis permainan anak dan pentingnya bermain dalam perkembangan anak.
Pada dasarnya, semua jenis permainan mempunyai tujuan yang sama yaitu bermain dengan menyenangkan. Yang membedakan adalah pengaruh atau efek dari jenis permainan tersebut. Ada dua jenis permainan, yaitu: Permainan Aktif dan Permainan Pasif. Permainan aktif dan pasif ini hendaknya dilakukan dengan seimbang.
Pada permainan aktif lebih diutamakan gerak tubuh dan tentunya diimbangi pola pikir anak. Dengan demikian, tidak hanya efek menyenangkan yang mereka dapati namun keseimbangan antara gerak tubuh dan pola pikirpun dapat dikembangakan pada jenis permainan ini. Jenis permainan aktif ini diantaranya permainan olahraga (sport) dan permainan perkelahian (body contact).
Bagi orang dewasa, olahraga bukan lagi menjadi sebuah permainan tetapi sesuatu yang serius dan kompetitif. Namun bagi anak, olahraga bisa menjadi satu permainan yang menyenangkan yang mengandung kesenangan, hiburan, dan bermain. Tetapi tidak juga terlepas dari unsur partisipatif dan keinginan untuk unggul. Dalam permainan olahaga anak mengembangkan kemampuan kinestetik dan pengembangan motivasi untuk menunjukkan keungulan dirinya (penekanan bukan pada persaingan tapi pada kemampuan) memberi kekuatan pada dirinya sendiri serta belajar mengembangkan diri setiap waktu. Sedangkan jenis permainan perkelahian termasuk permainan modern, tapi banyak orang tua maupun guru memandangnya skeptic dan cemas, ini beralasan dari efek yang mungkin serius. Permainan ini merupakan jenis permainan modifikasi yang menuntut keseriusan anak untuk memenuhi kebutuhan akan kekuasaan. Hal tersebut sehat dan positf bagi anak, berguna untuk menguji keunggulan dan kekuatan di lingkungan sekitar. Jenis permainan ini adalah untuk menguji kemampuan dan pemikiran anak dalam dunia nyata dengan segala akibatnya.
pada permainan pasif, pola pikir untuk memecahkan suatu permasalahn lebih diutamakan. Pada umumnya, jenis permainan ini seorang anak akan menghabiskan banyak waktu untuk bermain tanpa harus bergerak. Pada permainan pasif terdapat sisi positif dan negatif yang setidaknya menjadi pengawasan bagi orangtua. Permainan ini dikategorikan menjadi dua yaitu permainan mekanis dan permainan fantasi.
Pada kategori permainan pasif yang pertama adalah permainan mekanis. Seiring perkembangan zaman dan teknologi memberi pengaruh besar dalam perkembangan jenis permainan untuk anak. Alat teknologi canggih seperti komputer bukan lagi milik orang dewasa, tapi telah menjadi barang biasa buat anak-anak. Berbagai games atau permainan virtual telah tersedia di dalamnya (computer). Bermain komputer tidak sama dengan bermain bersama teman, anak bermain sendiri dengan kesenangannya. Sisi negatif permainan mekanis ini adalah kurangnya pembentukan sikap anak untuk menerima dan memberi (take and give). Anak memegang kendali penuh atas "teman mainnya" dan "si teman mainnya" akan melakukan apapun yang diinginkan anak. Kendali penuh ini akan menimbulkan reaksi serius bila anak menyalurkannya dalam pertemanan di lingkungan sosialnya. Namun, hal positif anak memiliki keterampilan komputer yang akan diperlukan anak sebagai sarana hidupnya.
Kategori kedua adalah permainan fantasi. Fantasi merupakan praktik permainan yang khusus dilakukan sendiri. Anak dapat membentuk dunia sesuai dengan keinginannya (imaginasi). Sebaiknya, orang tua tidak memaksa anak untuk selalu bermain dengan teman-temannya karena akan menciptakan kesan bahwa bermain sendiri itu salah. Permainan fantasi selain proses kreatif mengembagkan kemampuan sisi otak kanan, juga untuk pembentukan kecerdasan interpersonal (salah satu dari delapan kecerdasan teori multiple intelligence, Howard Garner).
Tidak hanya perhatian orangtua yang berperan penting dalam perkembangan anak. Ada aspek-aspek lain yang sangat mempengaruhi perkembangan anak baik dari segi motorik, kognitif dan emosi. Bermain merupakan salah satunya. Dengan bermain anak dapat belajar dari permainan tesebut (learning by playing). Permainan mengembangkan otak kanan dan permainan mengembangkan pola sosialisasi serta emosi anak.
Peran penting bermain yang pertama adalah anak belajar dengan bermain (learning by playing). Banyak hal yang dapat dipelajari melalui sebuah permainan, seperti keseimbangan antara motorik halus dan motorik kasar sangat mempengaruhi perkembangan psikologi anak. Seperti kata Reamonn O Donnchadha dalam bukunya The Confident Child "Permainan akan memberi kesempatan untuk belajar menghadapi situasi kehidupan pribadi sekaligus belajar memecahkan masalah".
Kedua, permainan mengembangkan otak kanan. Ketika bermain anak mempunyai kesempatan untuk menguji kemampuan dirinya berhadapan dengan teman sebayanya dan mengembangkan perasaan realistis akan dirinya. Bermain melalui permaianan memberi kesempatan pada anak untuk mengembangkan otak kanan, kemampuan yang mungkin kurang terasah di sekolah maupun di rumah.
Ketiga, permainan mengembangkan pola sosialisasi dan emosi anak. Dalam permainan kelompok, anak belajar tentang sosialisasi yang menempatkan dirinya sebagai makhluk sosial. Anak mempelajari nilai keberhasilan pribadi ketika berhasil memasuki suatu kelompok. Ketika anak memainkan peran "baik" atau "jahat" membuat anak kaya akan pengalaman emosi, anak akan memahami perasaan yang terkait dari ketakutan dan penolakan dari situasi yang dia hadapi.
Pada kesimpulannya, bermain mempunyai peran penting dalam perkembangan anak. Hal ini disebabkan ketika bermain kreativitas dan pola pikir anak secara tidak langsung dilatih. Pada permainan pun terdapat jenis-jenis sesuai cara anak melakukakan permainan tersebut. Jenis permainan tersebut adalah permainan aktif dan pasif. Kemudian pada permainan inipunm masih diklasifikasikan sesuai aksi anak-anak.


Sumber
http://www.anneahira.com/kesehatan-anak/permainan-anak.htm (akses tanggal 17 mei 2010)
http://www.anneahira.com/kesehatan-anak/index.htm (akses tanggal 13 Mei 2010)

*Diselesaikan untuk tugas mata kuliah Menulis 1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar