Palembang-Indralaya
Air melimpah, rawa2 di sepanjang jalan menuju Indralaya tergenang, seperti lautan. Perumahan penduduk yang berada di tepi2 sungai tergenang air, masjid juga sekolah ikut tergenang. Sawah penduduk tak luput dari genangan air.
Hembusan angin dari jendela bus Indralaya mengantarkanku pada sebuah renungan.
Entah bagaimana jika aku hidup di daerah Pemulutan (daerah yang tergenang banjir) dan sekitarnya?
Ya Rabb...
Sungguh beruntung hidupku yang tak pernah merasakan banjir seperti itu. Tak pernah tahu bagaimana rasanya hidup ditengah genangan air dengan gubuk yang hampir roboh. Yang aku tahu, aku hidup dengan air yang selalu bersahabat. Sederas apapun hujan, aku tak pernah merasakan luapannya.
Terkadang diri ini selalu memandang ke atas dan lupa kepada yang di bawah. Astaghfirullahaladzim...
Kawan, beruntungnya kita yang tak merasakan apa yang mereka rasakan. Bersyukurkah kita dengan nikmat yang telah Allah berikan ini?
Semoga kita adalah insan yang bersyukur itu.
Duhai Rabb...
Kuatkan mereka yang sedang Engkau berikan ujian itu. Berilah kesabaran menghadapinya, biarkan mereka senantiasa bersyukur dengan segala bentuk nikmat-Mu. Amiin.
cahaya hati insya Allah akan menjadi kumpulan tulisan saya, baik berupa puisi,cerpen,artikel atau catatan-catatan ringan saya.
Laman
Nurul's Profil
Jumat, 26 Februari 2010
Tentang Ngaret lagi
Always waiting for....
Sepertinya kata2 itu tepat untuk menggambarkan keadaan orang2 yang punya prinsip tak suka ditunggu, akan tetapi lebih baik menunggu.
Menunggu, mungkin aku telah sampai pada puncak jengkelnya selalu menunggu. Aku masih bisa menahan lidahku untuk tak menggerutu akan tetapi aku tak bisa menahan jengkel di hatiku.
Telah kucoba memanfaatkan waktu dengan membaca buku, Al Qur'an atau buka facebook dan menulis di blog. Tapi, jika terlalu lama bosan juga akhirnya.
Satu smester terlewati aku kuliah, selama itu pula aku harus sering merasakan betapa bosannya menunggu. Sering pikiran ini mengajakku agar tak datang tepat waktu, bukankah meskipun datang tepat waktu juga mesti menunggu? Tak masalah jika menunggunya hanya sebentar. Jika lama, sejam atau lebih? Bukankah itu menyia2kan waktu?
Entah sampai kapan kebiasaan ngaret ini akan hilang. Satu hal yang ku khawatirkan, kebiasaan ini akan terus dipelihara oleh orang2. Entah bagaimana negara ini akan maju jika kebanyakan kita hobby ngaret?
Harapanku, semoga kebiasaan ngaret ini tak jadi sebuah kebudayaan.
Sepertinya kata2 itu tepat untuk menggambarkan keadaan orang2 yang punya prinsip tak suka ditunggu, akan tetapi lebih baik menunggu.
Menunggu, mungkin aku telah sampai pada puncak jengkelnya selalu menunggu. Aku masih bisa menahan lidahku untuk tak menggerutu akan tetapi aku tak bisa menahan jengkel di hatiku.
Telah kucoba memanfaatkan waktu dengan membaca buku, Al Qur'an atau buka facebook dan menulis di blog. Tapi, jika terlalu lama bosan juga akhirnya.
Satu smester terlewati aku kuliah, selama itu pula aku harus sering merasakan betapa bosannya menunggu. Sering pikiran ini mengajakku agar tak datang tepat waktu, bukankah meskipun datang tepat waktu juga mesti menunggu? Tak masalah jika menunggunya hanya sebentar. Jika lama, sejam atau lebih? Bukankah itu menyia2kan waktu?
Entah sampai kapan kebiasaan ngaret ini akan hilang. Satu hal yang ku khawatirkan, kebiasaan ini akan terus dipelihara oleh orang2. Entah bagaimana negara ini akan maju jika kebanyakan kita hobby ngaret?
Harapanku, semoga kebiasaan ngaret ini tak jadi sebuah kebudayaan.
Kamis, 25 Februari 2010
Pertolongan Allah itu nyata
Maha Suci Engkau ya Allah..
Maha Suci Engkau yang telah melapangkan bagiku jalan ini.
Sungguh, Allah akan melapangkan jalan kita ketika kita bersabar dalam kesempitan.
Maha Besar Engkau ya Allah...
Ketika aku benar2 terjatuh dan terpuruk, Engkau tunjukan kebesaran-Mu.
Sungguh diri ini yang tak pandai bersyukur. Begitu nyata pertolongan dari-Nya. Masih saja diri ini sering melupakan-Nya. Astaghfirullahaladzim...
Percayalah!
Yakinlah!
Pertolongan Allah itu nyata.
Bersabarlah menghadapi ujian dari-Nya. Dengan sabar semua jadi indah. Dengan sabar tanpa kita sadari Allah mendekap kita dan memudahkan jalan kita. Bersabarlah saudaraku, semoga teriring keikhlasan bersamanya.
Pertolongan Allah itu begitu nyata.
Maha Suci Engkau yang telah melapangkan bagiku jalan ini.
Sungguh, Allah akan melapangkan jalan kita ketika kita bersabar dalam kesempitan.
Maha Besar Engkau ya Allah...
Ketika aku benar2 terjatuh dan terpuruk, Engkau tunjukan kebesaran-Mu.
Sungguh diri ini yang tak pandai bersyukur. Begitu nyata pertolongan dari-Nya. Masih saja diri ini sering melupakan-Nya. Astaghfirullahaladzim...
Percayalah!
Yakinlah!
Pertolongan Allah itu nyata.
Bersabarlah menghadapi ujian dari-Nya. Dengan sabar semua jadi indah. Dengan sabar tanpa kita sadari Allah mendekap kita dan memudahkan jalan kita. Bersabarlah saudaraku, semoga teriring keikhlasan bersamanya.
Pertolongan Allah itu begitu nyata.
Dia Yang Tak Pernah Meninggalkanku
Duhai Rabb....
Engkau tak pernah meninggalkanku meski sejenak. Tapi, akulah yg meninggalkan-Mu. Akulah yang selama ini sering lupa pada-Mu, sering lalai dan sombong. Astaghfirullahaladzim...
Duhai Yang Maha Pengasih.
Di setiap detak jantungku, Engkau biarkan aku berada dalam lautan kasih-Mu. Tak pernah Engkau biarkan aku tak merasakan kasih-Mu meski sejenak.
Duhai Yang Maha Penyayang..
Samudra kasih sayang-Mu tak bertepi. Engkau biarkan aku tenggelam dan menyelaminya agar aku tahu betapa Engkau mengasih dan menyayangiku.
Duhai Allah...
Tiada Tuhan selain Engkau. Engkaulah sebaik2nya penolong. Maha Suci Engkau duhai pemilik semesta ini.
Engkau tak pernah meninggalkanku meski sejenak. Tapi, akulah yg meninggalkan-Mu. Akulah yang selama ini sering lupa pada-Mu, sering lalai dan sombong. Astaghfirullahaladzim...
Duhai Yang Maha Pengasih.
Di setiap detak jantungku, Engkau biarkan aku berada dalam lautan kasih-Mu. Tak pernah Engkau biarkan aku tak merasakan kasih-Mu meski sejenak.
Duhai Yang Maha Penyayang..
Samudra kasih sayang-Mu tak bertepi. Engkau biarkan aku tenggelam dan menyelaminya agar aku tahu betapa Engkau mengasih dan menyayangiku.
Duhai Allah...
Tiada Tuhan selain Engkau. Engkaulah sebaik2nya penolong. Maha Suci Engkau duhai pemilik semesta ini.
Rabu, 24 Februari 2010
Izinkan Aku Jatuh Cinta
Ya Rabb...
Dalam keheningan waktu ini aku memohon; izinkan aku jatuh cinta. Kala melihat matahari menampakkan diri. Izinkan aku jatuh cinta. Kala melihat titik hujan membasahi bumi.
Izinkan aku jatuh cinta ketika semilir angin telah menjadi musik bagi daun2 untuk menari dan rintik gerimis menjadi senandung mozart yg lembut menghanyutkan.
Izinkan aku jatuh cinta ya Rabb
izinkan aku jatuh cinta ketika melihat setitik embun yang berkilau di ujung daun, ketika mendengar seruan untuk menemui-Mu dari menara2 masjid.
Izinkan aku jatuh cinta, ketika kalimat-Mu dilantunkan lidah2 suci. Ketika burung2 bercericit bertasbih kepada-Mu.
Izinkan aku jatuh cinta ketika menyaksikan semua kebesaran-Mu di semesta ini ya Rahiim.
Izinkan aku jatuh cinta di setiap detak jantungku ya Rabb...
Jatuh cinta kepada-Mu karena kutahu jatuh cinta itu indah.
Dalam keheningan waktu ini aku memohon; izinkan aku jatuh cinta. Kala melihat matahari menampakkan diri. Izinkan aku jatuh cinta. Kala melihat titik hujan membasahi bumi.
Izinkan aku jatuh cinta ketika semilir angin telah menjadi musik bagi daun2 untuk menari dan rintik gerimis menjadi senandung mozart yg lembut menghanyutkan.
Izinkan aku jatuh cinta ya Rabb
izinkan aku jatuh cinta ketika melihat setitik embun yang berkilau di ujung daun, ketika mendengar seruan untuk menemui-Mu dari menara2 masjid.
Izinkan aku jatuh cinta, ketika kalimat-Mu dilantunkan lidah2 suci. Ketika burung2 bercericit bertasbih kepada-Mu.
Izinkan aku jatuh cinta ketika menyaksikan semua kebesaran-Mu di semesta ini ya Rahiim.
Izinkan aku jatuh cinta di setiap detak jantungku ya Rabb...
Jatuh cinta kepada-Mu karena kutahu jatuh cinta itu indah.
Rabu, 17 Februari 2010
Rizki Iya, Ujian Juga Iya
Cuaca sekarang sedang tak menentu. Kadang panas, tapi tiba-tiba hujan, padahal kita sudah siap2 berangkat kerja, ke kampus, sekolah atau sudah siap2 hang out bareng temen. Terus, kadang gerimis doang dan kadang hujan + panas. Nah ya... Sebenernya lagi musim apa sih? Pancaroba kali ya...
Namun, sadarkah kita? Ternyata lewat hujan, panas, gerimis maupun hujan+panas itu Allah sedang menurunkan rizki-Nya kepada kita dan juga Dia sedang menguji kita. Naah... Kok bisa?? Ya bisalah..
Allah SWT memberikan rizki lewat hujan, pasti pada tahu dong, manusia dan makhluk hidup lainnya ga bisa hidup tanpa air. Nah, apa namanya kalo bukan rizki yang diturunkan Allah untuk membantu kehidupan makhluk yang ada di muka bumi ini?
Terus kalo lewat terik matahari, gimana tu?
Kita lihat ke hal2 yang sederhana, kalo hujan terus2an, jemuran kering ga? Kering dong, distrika aja, nah ya... Tetep kering distrika sama kering panas matahari beda. Itu rizki juga namanya, apa lagi buat para PRT, buat pedagang asongan, di cuaca yang cerah dia bisa menjajakan dagangannya, apalagi di jalanan yang orang2 pada kehausan, nah ladangnya tuch buat dia ^_^
Nah, sekarang kalo Allah sedang menguji kita gimana lagi tuch?
Rasanya semua udah pada tahu, kalo matahari lagi sumringah tu, pada mengeluh kepanasan dan kalo hujan lagi ceria2nya turun, pada mengeluh kedinginan dan takut kebanjiran! Hayoo, bener ga?
Dibalik semua itu, Allah sedang menguji kita, bersabarkah kita menghadapi semua itu. Berhentikah kita berjuang karena terhalangi hujan dan panas atau bersyukurkah kita terhadap anugerah itu?
Allah menguji manusia tidak hanya dengan musibah atau sebagainya akan tetapi Dia juga menguji manusia dengan nikmat yang Dia berikan.
'Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan' (QS. Ar Rahman:13).
Namun, sadarkah kita? Ternyata lewat hujan, panas, gerimis maupun hujan+panas itu Allah sedang menurunkan rizki-Nya kepada kita dan juga Dia sedang menguji kita. Naah... Kok bisa?? Ya bisalah..
Allah SWT memberikan rizki lewat hujan, pasti pada tahu dong, manusia dan makhluk hidup lainnya ga bisa hidup tanpa air. Nah, apa namanya kalo bukan rizki yang diturunkan Allah untuk membantu kehidupan makhluk yang ada di muka bumi ini?
Terus kalo lewat terik matahari, gimana tu?
Kita lihat ke hal2 yang sederhana, kalo hujan terus2an, jemuran kering ga? Kering dong, distrika aja, nah ya... Tetep kering distrika sama kering panas matahari beda. Itu rizki juga namanya, apa lagi buat para PRT, buat pedagang asongan, di cuaca yang cerah dia bisa menjajakan dagangannya, apalagi di jalanan yang orang2 pada kehausan, nah ladangnya tuch buat dia ^_^
Nah, sekarang kalo Allah sedang menguji kita gimana lagi tuch?
Rasanya semua udah pada tahu, kalo matahari lagi sumringah tu, pada mengeluh kepanasan dan kalo hujan lagi ceria2nya turun, pada mengeluh kedinginan dan takut kebanjiran! Hayoo, bener ga?
Dibalik semua itu, Allah sedang menguji kita, bersabarkah kita menghadapi semua itu. Berhentikah kita berjuang karena terhalangi hujan dan panas atau bersyukurkah kita terhadap anugerah itu?
Allah menguji manusia tidak hanya dengan musibah atau sebagainya akan tetapi Dia juga menguji manusia dengan nikmat yang Dia berikan.
'Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan' (QS. Ar Rahman:13).
Senin, 15 Februari 2010
Tentang yang Unik di Angkot Sampai Tentang Syukur
Di angkot menuju kampus tadi pagi tanpa sengaja aku memperhatikan wajah-wajah yang ada di depan. Tiba-tiba aku tersentak, kuperhatikan lagi wajah mereka. Subhanallah!! Aku menemukan keunikan tersendiri pada diri mereka. Si A ini memiliki rupa seperti ini, si B seperti itu dan si C berbeda lagi. Maha Suci Allah yang menciptakan keunikan-keunikan sendiri pada setiap orang.
Baru kusadari, tak ada manusia yang jelek di dunia ini karena semua Allah ciptakan dengan keunikan masing-masing. Itulah kelebihan mereka, itulah cantik atau tampan mereka. Tapi, sebaik-baiknya kecantikan itu adalah kecantikan yang berasal dari hati. Btw kalau laki-laki pakai istilah apa ya? Ketampanan yang berasal dari hati? Ada ga ya istilah itu. Ya sudahlah, begitulah kira-kiranya, jika hati manusia itu sudah baik maka baiklah seluruh dirinya.
Subhanallah, memang hari ini ada teguran halus supaya aku bisa bersyukur. Dalam kesendirian di kostan, tiba-tiba kakiku di serang nyamuk-nyamuk kecil. Sadis. Mereka menggigit sampai kulitku benjol-benjol + gatal lagi.
Saat itu pula, tiba-tiba aku ingat Palestina. Astaghfirullahaladzim... Baru dihadapkan dengan nyamuk pun aku sudah mengeluh, bagaimana jika aku berada di Palestina? Bukan dengung nyamuk yang dihadapi tetapi desing peluru. Bukan nyamuk yang menyerang tetapi tentara-tentara zionis. Astaghfirullah...
Ya Rabb... Jadikanlah kami hamba-Mu yang senantiasa bersyukur atas segala anugerah-Mu. Jangan biarkan kami terlarut dalam kekufuran itu. Amiin..
Baru kusadari, tak ada manusia yang jelek di dunia ini karena semua Allah ciptakan dengan keunikan masing-masing. Itulah kelebihan mereka, itulah cantik atau tampan mereka. Tapi, sebaik-baiknya kecantikan itu adalah kecantikan yang berasal dari hati. Btw kalau laki-laki pakai istilah apa ya? Ketampanan yang berasal dari hati? Ada ga ya istilah itu. Ya sudahlah, begitulah kira-kiranya, jika hati manusia itu sudah baik maka baiklah seluruh dirinya.
Subhanallah, memang hari ini ada teguran halus supaya aku bisa bersyukur. Dalam kesendirian di kostan, tiba-tiba kakiku di serang nyamuk-nyamuk kecil. Sadis. Mereka menggigit sampai kulitku benjol-benjol + gatal lagi.
Saat itu pula, tiba-tiba aku ingat Palestina. Astaghfirullahaladzim... Baru dihadapkan dengan nyamuk pun aku sudah mengeluh, bagaimana jika aku berada di Palestina? Bukan dengung nyamuk yang dihadapi tetapi desing peluru. Bukan nyamuk yang menyerang tetapi tentara-tentara zionis. Astaghfirullah...
Ya Rabb... Jadikanlah kami hamba-Mu yang senantiasa bersyukur atas segala anugerah-Mu. Jangan biarkan kami terlarut dalam kekufuran itu. Amiin..
Sabtu, 13 Februari 2010
Aku Malu pada Diriku Sendiri
Akhirnya, aku malu pada diriku sendiri. Tak mampu kutatap wajahku sendiri. Cermin ini terlalu jujur. Tak ada kebohongan. Sungguh aku malu.
Ya Allah, terlalu sering aku melupakan-Mu. Terlalu sering aku mengingkari janjiku pada diriku sendiri.
Ya Allah, ketika kuharus jujur pada diriku sendiri, aku malu ya Allah. Aku malu karena terlalu sering berbuat dosa.
Ya Allah, terlalu sering aku melupakan-Mu. Terlalu sering aku mengingkari janjiku pada diriku sendiri.
Ya Allah, ketika kuharus jujur pada diriku sendiri, aku malu ya Allah. Aku malu karena terlalu sering berbuat dosa.
Selasa, 09 Februari 2010
Mimpi Itu...
Berharap ketika aku terbangun dan membuka mataku, semua telah berlalu karena semua itu hanyalah sebuah mimpi. Tapi, tak kunjung aku terbangun dari tidur ini. Ah, semakin aku berharap, hanya sebatas mimpi, semakin jelas bahwa ini adalah nyata. Nyata bukan sekedar mimpi. Tapi, aku masih berharap hanya mimpi. Tuhan.... Biarkan ini menjadi sebuah mimpi.
Kemudian aku tersadar, aku tak bisa menepis jalan yang telah digariskan Allah. Inilah jalan-Nya. Tak ada mimpi disini. Aku hidup di dunia yang nyata, bukan dunia cinderella atau putri salju. Apa pun bisa terjadi jika Allah menghendaki. Langit juga kan runtuh jika Dia menghendaki. Percayalah, ini adalah sebuah kenyataan yang harus kutemui di kehidupanku.
Kemudian aku tersadar, aku tak bisa menepis jalan yang telah digariskan Allah. Inilah jalan-Nya. Tak ada mimpi disini. Aku hidup di dunia yang nyata, bukan dunia cinderella atau putri salju. Apa pun bisa terjadi jika Allah menghendaki. Langit juga kan runtuh jika Dia menghendaki. Percayalah, ini adalah sebuah kenyataan yang harus kutemui di kehidupanku.
Selasa, 02 Februari 2010
Belajar Dari Semua yang Dapat Dipelajari
Yuk belajar....
Belajar dari semua yang ada di sekitar kita.
Belajar dari kesetiaan sang mentari yang tak pernah ingkar janji untuk terbit setiap paginya.
Belajar dari semangat burung2 yang tak henti bersenandung.
Belajar dari sebatang pohon yang memberi buah juga meneduhkan.
Belajar dari sebatang kelapa yang tinggi menjulang tetapi kokoh.
Belajar dari debur ombak yang mencium pantai kemudian kembali lagi ke lautan.
Belajar dari sebongkah batu karang yang tak bergeming dihantam ombak, belajar dari setangkai mawar yang indah namun berduri, dari kupu2 yang berterbangan di antara bunga2, dari setangkai bunga plastik yang indah namun tak memberi kehidupan, dari cermin yang begitu jujur memperlihatkan diri kita apa adanya dan belajar dari setiap peristiwa yang telah terlewati.
Tak ada yang tak dapat dipelajari karena semua yang Allah ciptakan mengandung pelajaran berharga. Hanya kita butuh kepekaan untuk melihat setiap pelajaran itu.
Semangat!!
Belajar dari semua yang ada di sekitar kita.
Belajar dari kesetiaan sang mentari yang tak pernah ingkar janji untuk terbit setiap paginya.
Belajar dari semangat burung2 yang tak henti bersenandung.
Belajar dari sebatang pohon yang memberi buah juga meneduhkan.
Belajar dari sebatang kelapa yang tinggi menjulang tetapi kokoh.
Belajar dari debur ombak yang mencium pantai kemudian kembali lagi ke lautan.
Belajar dari sebongkah batu karang yang tak bergeming dihantam ombak, belajar dari setangkai mawar yang indah namun berduri, dari kupu2 yang berterbangan di antara bunga2, dari setangkai bunga plastik yang indah namun tak memberi kehidupan, dari cermin yang begitu jujur memperlihatkan diri kita apa adanya dan belajar dari setiap peristiwa yang telah terlewati.
Tak ada yang tak dapat dipelajari karena semua yang Allah ciptakan mengandung pelajaran berharga. Hanya kita butuh kepekaan untuk melihat setiap pelajaran itu.
Semangat!!
Langganan:
Postingan (Atom)
