Senja; menatap cahaya yang kan pudar. Silau. Tapi, aku ingin menikmati suasana ini. Gurat merah di ufuk sana. Kilau cahaya di ujung-ujung daun dan semilir angin yang menjadikan dedaunan menari-nari.
Ah, kuberharap hatiku bisa setenang alam kala ia sedang bersahabat.
Prakk...
Botol minuman menimpa piring yg di atasnya terdapat sendok.
Allahu akbar.
Aku kaget. Tak bisa kuungkapkan dengan kata-kata apa yang kurasakan dalam hati ini.
Ya Allah, ketenangan hati yang kupinta agar hatiku bisa utuh mencintai-Mu.
cahaya hati insya Allah akan menjadi kumpulan tulisan saya, baik berupa puisi,cerpen,artikel atau catatan-catatan ringan saya.
Laman
Nurul's Profil
Senin, 30 November 2009
Minggu, 29 November 2009
Tentang hati yang kecewa
Ketika kumenemukan bnyak hal yang tak pernah kuketahui. Jujur, aku kecewa. Aku sedih. Tapi, siapalah aku yang kecewa pada sesuatu yang tak ada hubungan apapun denganku. Sudah seharusnya aku bersyukur. Allah menunjukkannya kepadaku. Mungkin, Allah menginginkan keseluruhan hatiku untuk-Nya dan memang sudah seharusnya.
Ah, bodoh sekali aku. Ada cinta yang begitu nyata dan tak pernah meninggalkanku meski sejenak, tak kuhiraukan. Padahal aku tahu, cinta itu abadi. Maaf, maafkan aku bila tak sempurna mencintai-Mu duhai Rabb-ku.
Ah, bodoh sekali aku. Ada cinta yang begitu nyata dan tak pernah meninggalkanku meski sejenak, tak kuhiraukan. Padahal aku tahu, cinta itu abadi. Maaf, maafkan aku bila tak sempurna mencintai-Mu duhai Rabb-ku.
Garis Senja
Ada yang berakhir kala mentari mulai meninggi
ah, diri memang telah senja
merona, mengukir garis-garis jingga dengan tinta ketulusan
dan senja berakhir,
tirai malam membentang
tak ada lagi garis senja
hanya bayang-bayang jingga di hati
tak lagi terukir dalam kehidupan
Langganan:
Postingan (Atom)
