Nurul's Profil

Foto saya
Seorang ibu, guru, dan pembelajar.

Puisi

Kiai
(Cerita Seorang Imam Masjid)

Gertak pagi menyipitkan matanya
Aku tahu kau begitu letih
Tapi, panggilan Tuhanmu menyeka letih, membuang penat
Sepi, itu temanmu
Kau bangga dengan sepi itu
Sebab ada kedamaian dalam sepi
Ada naungan sayap malaikat dalam sepi itu, begitu katamu
Subuh itu kau terjaga
“Ashbahnaa wa ashbahalmulku lillahi walhamdulillahi lasyariikalahu, Laa ilaaha illa huwa wailaihinnusyuur.”
Dzikirmu setiap membuka mata
Basuh wajahmu tiga kali
Tangan, kepala, telinga, dan kakimu.
Tiga kali pula
Sandal jepit hijau teman kakimu tiap pagi
Tak pernah hilang meski setiap hari dibawa ke masjid
Sebab tak ada yang mau mencuri sandal butut itu
Dipakai pun sudah tak enak
Hmm… subuh ini masjid sepi
Hanya ada tiga pemuda berkoko putih dan tiga orangtua bersarung
Kiai hanya tersenyum getir
Semakin sepi saja makmum subuh, bisik hatinya
Subuh berlalu
Senburat cahaya mulai tergores di ufuk timur
Sang imam berjalan perlahan pulang ke rumah
Di persimpangan ia menyebrang dan sebuah truk menyambar tubuhnya
Tubuh ringkih itu terlempar
Darah bercucuran dari tubuhnya, malaikat maut telah siap mencengkramnya
Allah
Allah
Allah
Bibirnya gemetar menyebut nama Tuhannya
Kemudian malaikat maut mencengkramnya hingga roh terpisah dari tubuhnya
Kampung itu gempar
“Imam masjid telah mati ditabrak truk”
Begitu kata mereka
Dan gerimis di kampung itu sejak mentari menampakan cahaya hingga senja menyudahi siang.