Always waiting for....
Sepertinya kata2 itu tepat untuk menggambarkan keadaan orang2 yang punya prinsip tak suka ditunggu, akan tetapi lebih baik menunggu.
Menunggu, mungkin aku telah sampai pada puncak jengkelnya selalu menunggu. Aku masih bisa menahan lidahku untuk tak menggerutu akan tetapi aku tak bisa menahan jengkel di hatiku.
Telah kucoba memanfaatkan waktu dengan membaca buku, Al Qur'an atau buka facebook dan menulis di blog. Tapi, jika terlalu lama bosan juga akhirnya.
Satu smester terlewati aku kuliah, selama itu pula aku harus sering merasakan betapa bosannya menunggu. Sering pikiran ini mengajakku agar tak datang tepat waktu, bukankah meskipun datang tepat waktu juga mesti menunggu? Tak masalah jika menunggunya hanya sebentar. Jika lama, sejam atau lebih? Bukankah itu menyia2kan waktu?
Entah sampai kapan kebiasaan ngaret ini akan hilang. Satu hal yang ku khawatirkan, kebiasaan ini akan terus dipelihara oleh orang2. Entah bagaimana negara ini akan maju jika kebanyakan kita hobby ngaret?
Harapanku, semoga kebiasaan ngaret ini tak jadi sebuah kebudayaan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar