Pagi berpuisi
Herangkai kata syukur lewat kilau embun pagi
Suci dan jernih
Mentari berpuisi
Memancarkan lembut cahaya cinta-Nya di awal hari
Awan berpuisi
Menyairkan irama angin di atas awang-awang
berlarian ia ke barat
Daun-daun berpuisi
Menarikan melodi angin pada pucuk-pucuknya
Ah, indahnya puisi milik semesta
Tak ada kufur, tak ada ingkar
Semua tunduk, patuh penuh syukur
Indralaya, 14 Oktober 2010

Tidak ada komentar:
Posting Komentar