Ketika matahari telah bangun dari peraduannya dan dengan cahaya lembutnya, perlahan ia menyibak tirai malam hingga hilang pekat malam.
Perlahan kubuka pintu, subhanallah... Begitu sejuknya udara pagi. Aku pun duduk-duduk di teras, tak lain tujuanku hanya untuk menikmati udara pagi. Untuk kesekian kalinya aku terpana melihat ayam-ayam yang berkeliaran di kebun kecil depan kost-anku. Mereka mengais tanah beramai-ramai, mematuk-matuk sesuatu di tanah, tak lama kemudian mereka lari dari kebun itu.
Sejenak ku termenung, aku baru menyadari, setiap kali aku membuka pintu pagi-pagi sekali mereka telah ada di kebun itu. Namun, ketika aku membuka pintu lebih siang dari biasanya mereka tak ada lagi.
Sungguh, pelajaran berharga dari ayam-ayam itu, pagi-pagi sekali mereka telah mengais rizki, sedangkan kita, kadang matahari telah sepenggallah naik, kita masih bermalas-malasan, apalagi hari libur. Aku teringat kata-kata nenekku, katanya; "jangan bangun kesiangan nanti rizkinya dipatok ayam."
Sebuah analogi yang seharusnya menjadi pelajaran untuk bangun lebih pagi. Memulai sebuah perubahan dengan hal-hal kecil dan mulailah perubahan itu dengan bangun pagi. Insya Allah banyak manfaatnya untuk jasmani dan rohani.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar