Namanya Apriyanti. Temen – teman di kampus memanggilnya Apri, tapi ia mengaku di rumah dipanggil Yanti. Pertama melihatnya di kampus, aku mengiranya cowok. Gayanya maskulin abis. Ga ada sisi ceweknya. Pernah, salah satu akhwat mengiranya cowok dan menegurnya karena ia wudhu di tempat akhwat. Pada akhirnya sang akhwat malu sendiri dan tentunya tidak enak hati. tapi, tenyata si Apri alias Yanti ini sudah terbiasa dengan hal itu.
Seiring waktu berjalan. Bulan demi bulan terlewati. Orang – orang di kampus telah terbiasa dengannya. Gayanya yang supel ternyata nudah dekat dengan orang dan lucunya ia malah dekat dengan akhwat – akhwat yang mengenakan jilbab lebar. Setiap melihatnya di mushala, ia selalu berada di antara akhwat – akhwat penghuni mushala. Ada – ada saja ulahnya, kadang ia bergabung bersama teman – teman angktannya yang sedang mentoring atau kadang hanya nongkrong saja di mushala. Ia terlihat senang berdiskusi dengan akhwat – akhwat di mushala. Dari caranya berdiskusi, terlihat pengetahuannya yang cukup luas dan keingintahuannya yang juga cukup menggebu tentang suatu hal. Pernah juga terlihat ia mengenakan jilbab karena hari itu ia mentoring. Sebagai seorang cewek tomboy, ia memakai jilbab dengan rapi.
Siang tadi, kembali ia berada di tengah – tengah akhwat. Sampai – sampai ada akhwat yang kesal dengannya karena keingintahuannya serta ulah lucunya juga. Tanpa diduga – duga, ia pun ikut makan siang dengan para akhwat itu.
Hmmm…. Sepotong doa untuk Yanti agar ia suatu hari nanti menjadi salah satu akhwat yang berjilbab lebar seperti akhwat – akhwat di mushala sekarang. Amiinn…
Inderalaya, November 2011

Tidak ada komentar:
Posting Komentar