Tanah yang memerah
Batu yang menjelma peluru
Luka yang mengikis canda
Derita yang menelan tawa
Perang yang menyita damai
Saksi bisu!
Bayi lahir kemudian syahid
Anak – anak menggenggam batu,
Melempar pada kaum yang hatinya telah mati
Batu jadi peluru, mesiu
Yang menghancurkan keangkuhan!
Syahid!
Tanahmu memerah
Darah mengalir,
Tanahmu menangis
Tapi, bahagia menjadi saksi syahidmu
Angin yang berhembus, kering!
Menngantarkan syahidmu pada kehariban-Nya
Aroma gurun.
Mewangi! Inilah syahidmu
Alam bersaksi atasnya!
Indralaya, 6 Desember 2010
Untuk Al-Aqsa dan mujahid-mujahidah Al-Aqsa
Batu yang menjelma peluru
Luka yang mengikis canda
Derita yang menelan tawa
Perang yang menyita damai
Saksi bisu!
Bayi lahir kemudian syahid
Anak – anak menggenggam batu,
Melempar pada kaum yang hatinya telah mati
Batu jadi peluru, mesiu
Yang menghancurkan keangkuhan!
Syahid!
Tanahmu memerah
Darah mengalir,
Tanahmu menangis
Tapi, bahagia menjadi saksi syahidmu
Angin yang berhembus, kering!
Menngantarkan syahidmu pada kehariban-Nya
Aroma gurun.
Mewangi! Inilah syahidmu
Alam bersaksi atasnya!
Indralaya, 6 Desember 2010
Untuk Al-Aqsa dan mujahid-mujahidah Al-Aqsa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar