Aku ingin menulis puisi air mata
Tapi, ia kering sebelum aku menemukan sebatang pena dan selembar kertas
Serangkai kata tersendat di leher
Mencekikku hingga tersengal-sengal nafas ini
Duri pun telah menusuk hati
Tapi tetap kering air mata
Tetap tersendat kata di leherku
Tetap tersengal-sengal nafasku
Dan akhirnya, puisi ini menjadi bukan puisi air mata
Palembang, 12 June 2010

Tidak ada komentar:
Posting Komentar