Ira
Aku ragu akan bisikan itu
Ia menyeru tapi ia membisu dengan sayu
Bara itu redup, nyala itu surut
Berpalingkah ia pada mentari lain, pagi?
Aku ragu!
Aku
Entahlah, mungkin cahaya ini terlalu redup
Sehingga aku hanya termangu
Terkurung dalam diam dan terperangkap sepi di tengah riuh ini
Aku termangu
Diam
Dan mungkin hilang disini
Ira
Aku butuh ruang rindu itu
Aku dingin di ala mini
Aku tersesat dalam kubangan yang kurancang sendiri
Aku menyesal
Sungguh menyesal
Haruskah kutelan pahit cinta yang kujunjung dengan asa?
Aku
Aku tak pernah menyesal telah tersesat di labirin ini
Kukatakan labirin, Ra.
Sebab ini hanya sebuah permainan, begitu kata temanku
Tapi aku hanya kecewa
Mengapa cahaya ini terlalu redup?
Kukatakan, jangan menyesal, Ra!
Biarkan kita bebas merasakan semua ini
Meski kita tak kan bisa mengungkapkannya
Dan akupun tak ingin mengungkapkannya
Biarlah kunikmati sendiri rasa ini
Biar Ia jadi taman tersendiri di hatiku
Ira
Pedih!
Kau tahu bagaimana gemuruh jiwaku?
Kau tahu bagaimana retaknya hatiku?
Mengapa aku harus menikmati permainan ini?
Harus kuakhiri!
Harus kuselesaikan!
Berhenti, cukup sampai disini!
Aku
Ketika harus diakhiri
Aku tak tahu dimana harus mengakhirinya karena ku juga tak tahu dimana awalnya?
Semua seolah tanpa awal dan tak tahu jalan untuk mengakhiri
Mungkin, aku benar-benar tersesat
Berulang kali
Dalam labirin yang sama dan aku tak pernah belajar untuk mencari jalan pulang
Terus saja aku tersesat disini
Ira
Aku dank au tetap jadi satu dalam istana nan kelabu
Tapi aku dank au yakin dunia selalu indah untuk dinikmati
Aku
Ya, memang dunia ini terlalu indah
Sehingga kita sangat menikmatinya meski kita tahu kita telah tersesat!
Indralaya, 24 mei 2010

Tidak ada komentar:
Posting Komentar